Thursday, May 24, 2012 - 1 comments

funny habit


Jadi, sekarang Ara menginjak usia 27 bulan. Progress? Well,quiet a lot. Kebiasaan lucu nya akhir-akhir ini adalah meniru salah satu adegan di film barney. Di certain di situ kalau Baby bop itu ngeyel ngelihat ikan, padahal yang di lihatnya itu daun. Dia bilang lihat kura-kura, padahal cuma batu. 
Baby bop bilang ‘lihat-lihat, itu ikan’, terus ditanggapi sama BJ  ’bukan ikan, itu daun’. Lagi, Baby bop ‘lihat-lihat, itu kura-kura’, di jawab lagi sama BJ ’bukan kura-kura,adik.. itu batu!’
Nah suatu hari dia ngelihat gambar di buku, seekor ulat dia bilang ‘tipiyan’( baca : cater pillar), tapi bapaknya nanggepin ‘bukan adek, itu uuk aak (maksudnya monyet)', di ulang berkali-kali sampe yang denger bosen :-/
Pas besok nya tiap ada kesempatan dia ngegodain bapaknya. ‘tipiyan, bapak’ dengan maksud bapaknya naggepin kayak sebelumnya. Kalau bapaknya lega di tanggepin sampe saya yang denger capek. Subjek nya dig anti-ganti sesuka mereka. Tapi kalau bapaknya udah capek gantian menyetujui apa yang dia bilang malah ara nya yang bingung. Contohnya gini : ‘tipiyan, bapak’, bapak : iya adek, itu catterpillar’. Mati gaya deeeeh. Terus ara nya masih ngeyel ‘mm…..butan bapak,itu singa’. Dan debat kusir kembali bergulir :-/

Ini barusan bapaknya pulang. belum juga lepas jaket udah di teriakin dari dalam kamar. 'tipiyannn bapaaak'. #kode

My simple joy :-)



Sunday, May 13, 2012 - 1 comments

Mereka Hamil

tahun ini adalah tahun bagus untuk bereproduksi ya kayaknya :D

ketika saya masuk kerja di hari pertama ada 1 rekan dengan terlihat agak janggal. bukan apa-apa sih, janggal nya janggal pertanda bagus kok, which is perut nya menggelembung. yupe, dia hamil 4 bulan saat itu.
lalu satu bulan kemudian datang rekan kerja baru, meskipun badanya kurus sekali ternyata dia membawa kabar bagus,dia hamil 10 minggu.
beberapa minggu sebelumnya dapat kabar kalau sahabat saya, ika, dan saudara sepupu saya, helmi, yang saya ceritakan disini, tengah hamil. bebarengan dengan istri sepupu saya (kakak nya helmi) yang juga sudah hamil 4 bulan.
sedangkan bulan depan- juni- jatahnya sahabat tercintah saya buncis yang terjadwalkan untuk melahirkan sang buah hati.
barusan buka blog teman lama, dan dia hamil juga!! bahagia banget dengernya, ya ampun dari rahim nya akan keluar makhluk baru hasil kerja sama dengan sapi terbang :p

well, congrats to you all mom-to-be :)

*ps : jadi pengen hamil lagi *ditabok suami*
*update : satu lg temen yg nikah tgl 20-11-2011 ngasi kabar kalu udah hamil 6 minggu. yeeaayy!! \(^^)/
Monday, April 16, 2012 - 0 comments

Ibu dan Anak

relasi ibu dan anak, layaknya hubungan antara manusia lainnya, adalah sesuatu yang kompleks. atau bahkan paling kompleks diantara hubungan yang lain?

akhir-akhir ini saya sering memikirkan begitu rumitnya hubungan ibu dan anak. saya dan anak. saya dan ibu. ibu dan anak-anaknya. bahkan anak tak ber-ibu.

pernahkan anda membaca buku-buku karya Amy Tan? saya pernah membaca beberapa, dan highlight yang menyilaukan mata bathin saya adalah Amy menyoroti hubungan antara ibu dan anak.

Sunday, April 8, 2012 - , 0 comments

what if

Hari Minggu lalu adalah perayaan minggu palma bagi agama katolik. Pada perayaan misa seluruh umat membawa daun palem untuk diberkati romo.

Nah ketika perayaan misa berlangsung seorang balita 3 tahun yang duduk di depan saya bermain-main dengan daun palem orang tua nya. karena bentuknya seperti sapu maka daun itu dimainkan untuk menyapu lantaI. lalu berteriaklah sang papa. "Cel!! jangan! Dosa kamu!"

semakin kesini saya merasa bahwa iman menjadi barang mewah. kalau iman saja sering naik turun,apalagi loyalitas terhadap organisasi keagamaan. hal-hal semacam apa yang orang tua tadi lakukan menjadi sesuatu yang sangat dangkal di mata saya. mungkin saja kalau Yesus datang ia akan bilang 'biar saja, toh cuma daun. aku tidak pernah meminta orang untuk mengelu-elukanku. aku bahkan tidak meminta kalian membuat agama..aku tidak akan memberikan label dosa pada seorang anak kecil yang bermain-main dengan sesuatu yang sepele. tidak esensial.." ini mungkin saja lho, mungkin juga tidak. hehe.

saya memang liberal. memang nya ada yang salah dengan menjadi liberal? bahkan ketika saya berpikir bebas saja saya terperangkap dalam kebebasan saya. apalagi jika saya/ anda menjadikan diri budak pada sebuah ideologi/ dogma agama/ semacam nya. jiwa kita menjadi kerdil.

saya bingung bagaimana nanti mengajarkan agama atau moral kepada anak saya. karena segala sesuatu di dunia ini adalah relatif. relatif baik, relatif buruk, relatif jahat, relatif suci. relatif ada, relatif tidak ada. tergantung bagaimana cara pandang kita. sedangkan cara pandang di tentukan oleh latar belakang kehidupan manusia itu sendiri. dan latar belakang kita semua tidak lah sama. semua jadi serba relatif.
tetapi jika tanpa ketegasan norma pun nanti ara cenderung menjadi 'liar'. liar disini bukan berarti anak saya menjadi tarzan. tapi jika kebebasannya tidak di terima oleh lingkungan yang serba (sok) tertib ini ya mungkin saja ia menjadi tarzan masuk kota. unaccepted. yang pasti saya akan mengasah hati nya untuk peka terhadap ketidak adilan, terhadap kemanusiaan, terhadap segala sesuatu yang seharusnya berjalan menurut hukum alam, bukan hukum manusia.

Thursday, March 29, 2012 - 0 comments

tentang keluarga besar

terdengar permbicaraan dari meja sebelah. seorang rekan kerja sedang menceritakan silsilah keluarga nya. well, saya nggak nguping lho. hanya meja nya terlalu dekat dan suara nya terlalu keras, saya yang nggak kepingin mendengarkan jadi ikut menyimak.

inti nya sih ternyata dia punya saudara tiri. sang ibu adalah istri kedua setelah sang ayah bercerai dari istri pertama.

saya jadi ingat diri sendiri. kalau orang tidak benar ingin kenal dengan saya pasti tidak akan menanyakan arti nama yang tidak sinkron dengan keadaan keluarga inti saya.

"Miss, nama nya Panca kan?" tanya Dani, asisten guru di tempat saya bekerja dulu bertanya
"hu'um", jawab saya
"artinya apa?" lanjutnya bertanya
"Panca kan artinya Lima", "Lho miss anak nomor lima?","errr..iya","tapi kok sodara nya cuma satu??"
hmmm, lalu mengalirlah the same old story itu.

saya memang anak kedua dari kedua bersaudara dari perkawinan ayah dan ibu saya. dan benar nama saya adalah panca, sesuai nama urutan setelah kakak nya yang Catur. lho?? kok bisa??
Saya punya tiga kakak tiri. question is answered.

tetapi saya nggak kenal baik dengan ketiga kakak tiri saya. sejarah yang abu-abu, kematian ayah yang terlalu dini,  pengalaman hidup yang tidak pernah mempertemukan kami bahkan di persimpangan jalan sekalipun, dan ketidak pedulian, adalah alasan mengapa kami tidak saling mengenal.
dan saya dan saudara kandung saya tidak keberatan.

pernah suatu sore setelah hari pernikahan saya sebuah pesan singkat sampai di telepon genggam kakak saya. isinya kemarahan dan kekecewaan karena tidak diundang di acara pernikahan saya. sebuah pesan dari kakak tiri pertama.

saya hanya merasa geli dengan hal itu. memang benar bahwa darah itu
kental, jendral.tapi kalau tidak berperan sama sekali kemudian apa guna nya.
kecuali saudara kandung saya yang satu saya tidak benar-benar menghargai siapapun yang mempunyaiketerikatan darah dengan saya.
mereka hanya sekumpulan orang yang harus kami temui saat hari raya. hanya itu.

saya juga ingin Ara begitu pula memaknai nya. tentunya kecuali bila ia nanti punya adik, maka seluruh hidup nya jangan sampai terpisah dari adik-adiknya. dalam artian mereka adalah satu sumber, tetap harus saling membantu dengan tetap menghargai kedirian masing-masing.

pada dasarnya semua manusia sama. tidak lantas jika saudara anda akan bersikap lebih baik. tidak lantas jika saudara kita boleh bersikap buruk bahkan jahat dan semena-mena. tapi tidak lantas kita membatasi orang bersikap baik hanya karena mereka bukan sudara kita.

saya teringat buku Susanna Tamaro, rispondimi,-jawablah aku-. diceritakan tentang seorang gadis benama rosa yang ditinggal mati ibu nya saat ia masih kanak-kanak, sehingga ia diasuh di panti asuhan. tetapi kala masa libur tiba ia harus bersama 'wali' nya, paman sang ibu. ternyata 'keluarga sedarah' rosa tidak mengharapkan kehadirannya. hal itu menyebabkan banyak kesalahpahaman dan ketidak bahagiaan rosa. pada akhirnya hal itu sangat mempengaruhi masa depan dan kepribadian rosa. rosa kecewa, mengapa ia tidak dibiarkan tinggal di panti asuhan terus menerus saja. life *sigh*

beda lagi dengan kebanyakan buku Amy tan yang sangat menggaris bawahi garis keturunan. mungkin karena budaya yang diangkatnya- cina- adalah budaya yang kental sekali dengan  urusan darah. kalau udah baca buku-buku beliau rasanya jadi teringat saudara-saudara jauh. hehe.

kakek saya keturunan ningrat, ia punya daftar siapa orang tua siapa. siapa anak siapa. bagi saya, itu semua tidak penting. semua orang saudara saya, semua orang bukan saudara saya. pada akhirnya meski banyak manusia di dunia, sedarah atau bukan, kita menjalani semua ini sendirian.

next question, please?
:)
- 0 comments

Galaw

Another kinds of motherhood. Jadi sejak bayi saya sendiri lah yang mengasuh Ara. 24 jam sehari 7 hari seminggu 525.600 menit setahun. Kadang rasanya kangen menjadi saya yang sendiri, pengen jalan-jalan kemana-mana bebas, mau lama-lama di toko buku ya oke aja. tapi ternyata kebiasaan itu bisa juga jadi cinta, bahkan sesuatu yang sulit untuk tidak dilakukan atau di rasakan. Kebiasaan jadi ibu ya kemana-mana sama anak. teryata kalau pergi berdua sama suami terasa ada yang kurang. meski agak repot bawa ini itu tapi puas rasanya kalau sudah pergi sekeluarga lengkap.

sebelum memutuskan untuk kembali bekerja beneran saya berharap Ara dapat dekat dengan orang lain. minimal dengan anggota keluarga lain. awalnya ya agak susah. apalagi dari bangun tidur sampai tidur lagi ya seringnya sama saya terus. dari makan, buang air besar/kecil, sampai tidur pun co-sleeping. maka keinginan saya agar Ara mau dipegang orang lain semakin menjadi-jadi. biar dia mandiri. biar ga jadi penakut. dan sebagainya.
perlahan-lahan hal itu memang terjadi. apalagi setelah tanggal 31 desember 2011 kemarin dia sah menjadi anak tanpa ASI lagi alias di sapih. Ara mulai mau di urusin oleh Bapak atau Didi nya. memang sedikit melegakan, tapi ada sesuatu yang salah di perasaan saya. tapi saya belum sadar perasaan itu apa.

Nah setelah 2 minggu saya bekerja di luar rumah terjawablah sudah teka-teki perasaan menggelisahkan tersebut. cemburu dan iri. ya, saya cemburu Ara dekat dengan orang dan iri pada orang tersebut karena dekat dengan Ara. parahnya saya iri pada suami saya sendiri.

di suatu petang yang mendukung terjadinya drama saya utarakan hal tersebut pada suami. suami berkata bahwa saya tidak boleh merasakan perasaan negatif tersebut apalagi pada bapak anak saya sendiri. lain hal nya kalau saya iri pada pembantu rumah tangga. meski agak berat saya mencoba memahami dan menjalani. bukankah hidup adalah kompromi.

sekarang meski siang nya ara di asuh oleh bapak dan didi nya tetapi saat malam datang ia benar-benar tidak mau lepas dari saya. kata-kata favoritnya adalah "ibu aja!". terkadang bapak dan didi nya bergumam "huh, kalau udah ada ibu adek gitu deh". hehe.

life is a box of surprises. you never know what you will get, or you feel.

^.^
Thursday, March 15, 2012 - 0 comments

working mom

ini adalah hari ke empat saya mulai bekerja beneran. sejak Ara lahir saya memang sudah bekerja, bedanya adalah Ara selalu saya bawa ke tempat kerja. karena situasinya memungkinkan dan mendukung untuk saya membawa bayi.

2 hari sebelum kerja beneran saya sempat ga bisa tidur. dilema itu bikin galaw *eaa*. sampe kebangun jam 3 malam, gangguin suami saya dengan tangisan dan mewekan ala emak-emak. meski suami saya menenangkan saya agar tidak khawatir tapi saya masih saja galaw.

hari pertama saya di wanti-wanti suami agar tidak memikirkan Ara. "pokoknya kamu fokus ke situasi dan pekerjaan baru mu, ga usah mikirin adek", begitu katanya dulu. dan saya melaksanakannya dengan taat. hasilnya memang bagus, meskipun jauh dalam hati kecil saya merasa bersalah mengapa saya 'menduakan' Ara. selama ini dia yang menjadi nomor satu dan utama, tapi saya harus membuatnya menjadi prioritas kesekian.

sekarang hari ke empat. meskipun saya sudah mulai bisa mengatasi beberapa masalah saya sendiri tapi masih saja berat untuk mengatakan bahwa ara mendapat sedikit dari waktu keseharian saya.

seperti saya baca di sebuah sumber, saya melakukan ini bukan semata untuk kebutuhan Ara. tapi kebutuhan , kelangsungan hidup, dan masa depan kami sekeluarga. live is about to choose right. meskipun sadar akan hal itu tetap saja hati egois ini berandai-andai : kalau saja sehari ada 48 jam dan jam kerja hanya 8 jam, pasti saya punya 40 jam untuk Ara.

kalau kamu pandai bersyukur, kamu ga akan kaya, tapi saat kamu butuh uang itu selalu ada. -semar via @sudjiwotejo

bersukur ya,nak. love you to the bones.