Sunday, April 28, 2013 - 0 comments

Anak lagi?

Yah..si babe udah mimpi punya bayi laki-laki lagi. Hehe. We really want to have another baby. Tapi....

Thursday, February 14, 2013 - 0 comments

Dilema nya jadi Ibu jaman sekarang


Betapa dilematis nya menjadi perempuan kebanyakan di jaman modern ini. Anda tidak dapat merengkuh dua pilihan dalam kehidupan mengenai anak anda. Anda hanya boleh memilih satu, dengan berbagai macam konkuensi. Wanita pekerja atau ibu rumah tangga. Kalau di jaman dulu, dengan psikologi orang jawa, wanita hanya punya satu pilihan. Menjadi ibu rumah tangga dan semua orang memakluminya. Kalau pun beberes rumah dan nganter makan suami di sawah sih sudah kewajiban ya. Maksud saya disini, perempuan jaman itu tidak di tuntut oleh perkembangan jaman. Kebutuhan informasi, perkembangan pemikiran dan kemampuan, serta berbagai macam tetek bengek emansipasi. Well, i am not trying to say that is a bad thing, tapi kebutuhan cara pandang dan pemikiran membuatnya tidak se-sederhana jaman dulu.
Saturday, September 22, 2012 - 0 comments

Saat melahirkan


Just got this list from www.bidankita.com. Sebenernya ini list untuk  pengalaman melahirkan, tapi boleh juga bagi para bumil sebagai referensi untuk memilih rumah sakit terbaik, sebagai persembahan untuk ibu dan si buah hati. Less trauma more happiness.
1.       Kalau di RS/RB besar, boleh ga melahirkan dg posisi sesuka klien? Jongkok, nungging duduk, merangkak, bahkan berdiri? #gentlebirth
2.       Kalau di RSt/RB besar, boleh ga lampunya diredupin? #gentlebirth
3.       Kalau di RS/RB besar, boleh ga suami dan ibu menemani hingga proses melahirkan selesai? #gentlebirth
4.       Kalau di RS/RB besar, boleh suami/ si kakak menyaksikan proses persalinan? #gentlebirth
5.       Saat anda melahirkan dulu boleh gak makan minum sesuka nya #gentlebirth
6.       Saat anda melahirkan dulu, didampingi pakai hypnobirthing tidak sama bidan/perawatnya #gentlebirth
7.       Saat anda melahirkan dulu apakah suasanya hommy dan bikin betah? #gentlebirth
8.       Saat anda melahirkan dulu bidan dan perawatnya ramah tamah dan sangat menenangkan tidak ya? #gentlebirth
9.       Saat anda melahirkan dulu begitu bayi lahir IMD atau segera dipisahkan dg ibu? #gentlebirth
10.   Saat anda melahirkan dulu apakah suasana nya indah, menyenangkan bahkan romantis? #gentlebirth
11.   Saat anda melahirkan dulu boleh apakah privasi anda di jaga? #gentlebirth
12.   Saat anda melahirkan dulu ketika anda ada rasa ingin mengejan apakah bidan/dokter/perawatnya ngasih aba-aba #gentlebirth
13.   Saat anda melahirkan dulu boleh tidak anda minta disetelin musik  klasik, relaksasi, atau musik yang anda suka? #gentlebirth
14.   Saat anda melahirkan dulu apakah anda dan suami bisa leluasa saling bermesraan, berciuman juga? #gentlebirth
15.   Saat proses persalinan selama nunggu pembukaan lengka, apakah bu bidannya mau mijeti dan meluk anda saat and kesakitan? #gentlebirth
16.   Saat bayi lahir bagaimana tingkah laku bidan dalam memperlakukan bayi anda?
17.   Saat persalinan dulu kalau tiba-tiba di saat mengejan anda ingin berubah posisi bahkan pindah tempat
18.   Apakah dulu setelah melahirkan diterapkan rooming in di persalinan anda? Bahkan sharing be dengan bayi?
19.   Berbicara tentang privasi, pernah enggak saat melahirkan dulu anda malah dipakai bahan praktek
20.   Saat melahirkan dulu apakah pakai mengejan kuat atau cukup nafas (tanpa mengejan) ?
21.   Saat kepala bayi crowning (keluar sebagian dari vagina) boleh ga tangan anda memegang kepala bayi?
22.   Jika dirasa banyak trauma, mulai lah healing.



- 0 comments

In law


Menikah memang tidak menjadikan kehidupan sederhana. Sebaliknya malah memperumitnya. Ini bukan hanya masalah menyatukan dua tubuh,jiwa dan pemikiran ke dalam sesuatu yang bernama kompromi, tapi juga belajar-selama waktu yang tidak dapat ditentukan- berkompromi pada anggota-anggota keluarga baru. Ingat, mereka bukan saudara tapi terpaksa menjadi saudara.
Istilah, bila kau menikah maka kau juga menikahi keluarga calon pasangan mu, itu benar adanya, dan tidak mudah di praktekkan. Kecuali suami/istri anda adalah anak tunggal yatim piatu dan orang tua nya juga merupakan anak tunggal dari pasangan anak tunggal. There will be brothers and sisters in law. In Law, secara hukum. Sudara yang terjadi berdasarkan hukum negara/ adat istiadat/ budaya. If you can not accpet them, you’ll die. Sooner or later, body and soul.
Beberapa teman yang baru menikah mengisahkan hal ini. Cerita tentang saudara ipar yang bawel dan merepotkan, cerita tentang mertua yang pilih kasih, serta cerita pasangan yang ternyata anak mami. Newly wed seems happy couple, tapi mereka ga sadar kalau menikah  itu bukan tutup buku setelah kalimat happily ever after. Yang tutup adalah buku menjadi bujang. Tapi anda menulis cerita baru dalam buku baru, baru kata pengantar sudah banyak tantangan. Apakah Bab I juga demikian. You decide.
I’ll share lil bit mine. Dalam bagian Kata pengantar saya sudah mengalami banyak tantangan. Then i know it won’t be over. Jelek kata, ipar/mertua yang ga bisa cocok sama kita itu ibarat penyakit ganas di tubuh kita. if it can not be healed so we should live with it. Survive, that is the answer. Mereka sudah begitu jauh sebelum kita kenal mereka. Kita nggak bisa nyuruh mereka berubah seperti yang kita inginkan dalam jangka waktu sebentar. They can not change, and so are you. Compromise.
Wajar sih ya kalau ada kesempatan ketemu pengennya berantem aja, atau kalau bisa nggak usah ketemu sekalian. Yang kedua ini ga mungkin dong ya. Soalnya kita punya hari raya yang harus di rayakan keluarga besar. Satu-satunya cara adalah, survive. Kalau saya orangnya seperti gunung berapi yang masih aktif. Sepertinya kalem, tapi gejolak amarah dalam diri saya begitu besar. Daripada cari ribut, saya memilih diam. Awalnya saya bisa berpura-pura, mau di ketusin saya diem, mau di jelek-jelekin saya diem, lama-lama saya nggak bisa membiarkan orang lain berlaku seolah saya mengijinkan mereka nge-bully saya. Biasanya saya menghindar. Tempat paling aman adalah ngedeketin mertua. Satu-satunya orang di keluarga suami yang ga mungkin mencobai saya.
Bila pada sebuah masa mereka akan baik, jangan takut, karena suatu saat mereka akan kejam juga. Jadi, kalau sekarang mereka kejam, pasti suatu saat akan baik. Kalau kita punya kesadaran bahwa pada hakikatnya kita berasal dari rahim yang sama, semua konflik jadi sedikit berkurang bobot penderitaannya. Take it or leave it, that easy. Kalau hidup Cuma sekali kita nggak banyak butuh drama.
In law things? It just one chapter, we still have another happy chapter in our marriage book.
Thursday, September 20, 2012 - 0 comments

Dear daughter


Dear daughter,
Suatu saat kamu akan menemukan bahwa cinta tidak semudah yang kita lihat di film atau kita baca di novel Harlequin. Hal itu semakin rumit jika cinta berhadapan dengan pernikahan. Aku berharap 25 tahun dari sekarang semua norma tentang pernikahan yang baik atau tidak baik sudah di hapus dari muka bumi ini, sehingga apa yang aku akan sampaikan sekarang sudah tidak relevan lagi. Bahagia untukmu.
Bagi beberapa orang yang beruntung, mereka akan menikahi orang yang mereka cintai. Itu juga kalau tidak dalam 5 atau 10 tahun kemudian cinta bertranformasi ke dalam bentuk yang lain. Eternal flame? Itu jika ketersediaan gas dalam bumi mencukupi, sehingga udara yang bergesekan bisa membentuk (seolah) api abadi. Abadi menurut siapa? Menurut usia kita? Belum tentu menurut usia anak cucu. Demikian pula cinta, atau semacamnya. Cinta di awal pernikahan yang menggebu bisa meredup ketika berhadapan dengan realita kehidupan. Belum tentu orang yang kita cintai setengah mati bisa menjadi rekan hidup. Ada kala nya mereka mengekang, ada kala nya ada sesuatu dalam diri kita yang hilang, itu mengakibatkan perasaan menjadi mengambang, bimbang, kemudian cinta hilang. Tapi ada beberapa yang pandai menyesuaikan diri, jika cinta berubah wujud mereka pun menyiapkan wadah baru untuk menampung wujud yang baru. Terus menerus. Selama sisa hidup mereka. Ketika lelah, mereka berpisah. Lalu melanjutkan siklus yang sama, hanya dengan orang yang berbeda. Sampai mereka mati.

Untuk sebagian orang lagi, mereka ditakdirkan menikahi sahabat mereka. Bagusnya dibanding dengan cinta yang bicara, ketika kita tidak sepaham itu tidak terlalu menyakitkan. Karena sahabat sudah terlatih menghadapi kita. Semua berjalan mulus, sedikit kerikil itu biasa, tapi tetap bisa sejalan bergandeng tangan. Jangan bicara rasa, toh cinta tidak selalu sempurna. Untuk kasus seperti ini, kau harus siap dengan segala konsekuensi. Ada saatnya kau akan bertemu dengan orang yang membuat hati mu serasa di pukul palu bertalu-talu. Memar, bengkak, tapi tidak sampai pecah. Sehingga pahit dan ngilu nya hanya kau yang tau. Lalu kau melihat suami mu. Ternyata menikah dan cinta adalah dua hal yang berbeda. Jika kau bijak maka kau akan tahu, bahwa tahapan perasaan yang kau rasakan kepada suami mu bisa saja lebih tinggi di banding dengan cinta palu-mu. Kau memang tidak merasakan apa pun, tapi apa yang dibutuhkan lagi jika semua sudah terpenuhi? Sedang cinta palu-mu itu, lupakan. Waktu akan menyembuhkan luka bekas operasi, apalagi kalau Cuma memar dalam hati. Kalau kau berani, berpisahlah dengan suami mu. Kejar orang yang membawa palu itu, lalu kau mengalami yang pertama aku ceritakan tadi.

Untuk sisa nya, mereka menikahi bukan siapa-siapa. Mungkin di jodohkan, siapa tahu? Atau mereka mabuk ketika mengucapkan janji pernikahan sehingga sama sekali tidak punya ide dengan siapa mereka akan menghabiskan waktu hidup. Yang ini bukan pengalamanku, aku berharap ini juga bukan pengalamanmu.
Beberapa manusia senang mencari. Ketika mereka menemukan mereka tetap ingin mencari. Bahkan ketika mereka sudah mendapat semua, mereka masih mencari. Beberapa yang lain gampang bersyukur, bahkan ketika yang di dapat tidak sesuai dengan keinginan, mereka berhenti bersujud berterimakasih pada alam. Kamu pilih sendiri, mau yang mana untuk masalah cinta.
Cinta adalah sesuatu yang rumit. Dia mencintaiku, aku mencintai nya yang lain, dia yang lain mencintai nya yang lain lagi, dia yang lain lagi mencintai nya yang lain lagi lagi. Happy is about now, present time. Not  about the future or the past..dengan siapa kamu menghabiskan detikmu sekarang itu lah cinta sejatimu.

Sunday, September 16, 2012 - 0 comments

Child's name


Nama Anak. Kalau boleh sedikiiit nyesel boleh dong ya saya mengakui. Saya dulu nggak begitu niat buat cari nama anak. Katanya sih kalau masih di bawah 7 bulan ga boleh terlalu ngapa2in, maksudnya mungkin perlengkapan bayi, tapi menurut saya juga termasuk nama anak. Hihi. Apalagi pada usia 7 bulan si calon bayi waktu itu dalam keadaan sungsang, boro-boro mikir nama anak dan jenis kelamin, doa kami waktu itu Cuma posisi janin bisa normal. Tapi memang kami berdua masih jadi calon orang tua songong waktu itu, jadi nggak terlalu mikirin tetek bengek kebayian.
Tapi saya pernah bikin catatan nama calon bayi. Kandidat untuk cowok adalah : Yudha. Kalau nggak salah artinya pejuang. Tapi karena ramalan orang kebanyakan kalau anak saya cewek jadinya lebih banyak nama perempuan yang kepikiran. Sempet mau kasih nama “Sekar”. Mamah saya dulu katanya pengen kasih nama anak nya sekar, dan ga kesampaian. Lalu saya juga kepikiran nama “kidung”. Kesannya kalem, agung, dan indah. Kenapa ya waktu itu saya nggak kepikiran nama bule, yunani, sansekerta, atau bahkan arab? Nggak tau juga, saya mikirnya orang kalau tau nama anak saya nggak perlu nanya arti. Karena nama anak saya sudah terjelaskan dalam bahasa ibu kita. Oh tapi saya sempat kepikiran kasih nama “abigail”. Artinya anak kesayangan ayah. Tapi waktu itu murid di tempat saya bekerja juga bernama abigail. Takutnya dikira ikut-ikutan. Jadinya gagal deh kasih nama dari bahasa asing.
Jadilah kami memberi nama anak sesaat setelah saya melahirkan. Singkat dan padat. Mesti terdengar sangat sederhana di banding nama anak masa kini kebanyakan. Semoga besar nant,i ketika dia bisa punya uang buat ganti akte, dia nggak kepengen ganti nama. Hehe.



Friday, September 14, 2012 - 0 comments

Buku


Dulu sewaktu hamil ketertarikan saya terhadap buku menjadi berubah. Tidak lagi mengejar buku best seller atau yang memenuhi keinginan pribadi. Suka nya mengoleksi buku panduan tentang ibu dan anak. Tentang menu bubur bayi dan pure (MPASI), menu anak balita, kiat anak susah makan, bahkan sampai majalah dan tabloid pun yang bertema ibu dan anak. I dont care about the world deh. My world is only about me and my baby.
Setelah Ara besar saya berpikir berarti saya harus care untuk terus memberinya buku bacaan. Berarti kalau ke toko buku saya harus cari buku bacaan anak dong ya. Jadi kalau punya anak koleksi buku nya ya Cuma buku anak-anak dong yes. Nothing else.  Ternyata saya salah *menunduk*
Ketika kita punya anak, bukan berarti kita hanya memberinya buku anak-anak untuk dibaca nya. Tapi kita tetap harus memberi diri kita buku. Bukan lagi hanya buku kesukaan kita lho, tapi buku yang berkenaan dengan tumbuh kembang anak. Biasanya kumpulan tips disediakan oleh tabloid Nakita. Mereka mengeluarkan banyak seri buku tergantung usia anak, bahkan ada pula yang mulai masa kehamilan. Tapi selain itu ada buku-buku yang biasanya kurang di lirik oleh orang tua karena tidak biasa. Yaitu buku pendidikan yang biasa di gunakan oleh tenaga pendidik. Ya kan saya bener kan? Apa anda para orang tua (tentunya yang tidak berkecimpung di dunia pendidikan) memilih untuk membeli buku panduan guru? Mungkin hanya sedikit ya yang kepikiran.
Buku yang saya maksud adalah buku-buku panduan pendidikan bagi anak. Salah satu yang saya sukai adalah “Aktivitas Tematik Untuk Anak” terbitan Erlangga. Di buku itu banyak panduan kegiatan untuk orang tua sesuai dengan tahap usia anak. Untuk orang tua awam seperti saya buku itu membantu. Karena kita bisa menyediakan permainan menarik untuk anak untuk menstimulasi perkembangannya sesuai dengan usia. Contohnya yang saya lakukan kemarin adalah mengenalkan bentuk. Lingkaran, persegi, persegi panjang, dll. Melalui permainan menyenangkan. Masih banyak lagi kok. You’ll figure it out by yourself ya.
Kita sebagai orang tua jangan membatasi diri untuk mendapat ilmu pengetahuan. Semakin banyak kita tau semakin kita bisa bekerjasama dengan guru anak untuk meengusahakan pendidikan yang tepat bagi buah hati. Contohnya ya, saya baru tau, dari buku “Permainan Edukatif yang mencerdaskan” terbitan PowerBook Publishing, kalau potongan di permainan puzzle itu harus sesuai dengan usia anak. Contohnya : usia 2-3 tahun potongan puzzle nya tidak boleh lebih dari 4 biji, usia 3-4 tahun potongan puzzle nya tidak boleh lebih dari 5 biji, dan usia TK  potongan puzzle nya tidak boleh lebih dari 6 biji. Soal puzzle ini saya jadi ingat ponakan. Jadi emak nya si bocah ini jualan puzzle. Beliau membeli nya grosiran, jenis nya seperti puzzle yang biasa di jual di depan sekolah dasar itu lho. Jadi gambarnya macam-macam, dari spongebob yang obvious sampai gambar ultraman yang sophisticated. Dan potongannya itu nauzubilah banyak nya. Semua bentuknya geometris, abstrak serta surreal. Karena tiap hari  dia melihat puzzle itu kayak mainan aja jadinya  sang ponakan bisa merangkai nya lho, padahal usianya baru 4 tahun. Dari spongebobo, Mc queen nya The Cars, sampai berbagai macam versi Ultraman. So? You tell me.
Jadi, mari perbanyak koleksi buku perkembangan anak nya, ya bundz J